Multi Logistik Indonesia - Leading In Services



Infrastruktur Digenjot, Bisnis Logistik Tumbuh 10%
03 Sep

Baca Juga: Jelang Lebaran, Aktivitas Logistik Cenderung Turun

Presiden Joko Widodo masih gencar membangun infrastruktur. Hal itu dinilai bisa memicu pertumbuhan angkutan logistik. Pertumbuhan logistik disebut masih bergairah.

Salah satunya adalah di sektor transportasi darat berbasis jalan. Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldi Ilham Masita mengatakan, bisnis logistik tahun ini akan tumbuh sekitar 10% dibandingkan tahun lalu. Kemudian, bisnis logistik pada 2020 sekitar 8-9%. Angka itu masih lebih tinggi apabila dibandingkan pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan 10% tidak lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bisnis logistik pada tahun-tahun sebelumnya rentang antara 12% dan 14%,” tutur Zaldi. Kendati demikian, prospek bisnis logistik pada 2020, menurut Zaldi, tetap harus diwaspadai,” kata Zaldi di Jakarta, Selasa (3.9.2019).

Hal itu diamini oleh CEO PT Multi Logistik Indonesia Padaruddin. Menurutnya bisnis logistik merupakan bagian dalam ekosistem suppy chain, dengan demikian keberadaan bisnis ini selalu mengikuti pergerakan baik barang maupun manusia.

“Seperti kita ketahui industri logistic itu merupakan salah satu industri yang menjadi bagian dari ekosistem di dalam supply chain dari 16 ekosistem yang ada, industri logistik itu salah satunya.

Sepanjang pergerakan barang ataupun pergerakan manusia itu terjadi maka industri ini selalu diperlukan karena memiliki andil untuk berada di pergeseran-pergeseran itu,” ungkap Padaruddin.

Dirinya juga mengatakan, konsep logistik berkembang sebagai bisnis layanan distribusi yang menawarkan konsep yang lebih komprehensif, tak sekedar mengirim barang Menurutnya, pelaku logistik kini harus bisa memberikan efisiensi, visibilitas, dan konektifitas yang berkelanjutan.

Di sisi lain, lanjut Padaruddin, karekteristik Indonesia sebagai negara kepulauan pun menjadi peluang besar bagi pelaku bisnis ini untuk mencari keuntungan.

Sebab pemain logistik akan menggunakan seluruh moda transportasi yang ada guna memudahkan pengiriman. Terlebih, saat ini sektor e-commerce atau belanja online berkontribusi memberikan pendapatan tinggi untuk bisnis logistik.

Baca Juga :  Menilik Potensi Angkutan Logistik Sembako dan BBM

“Memang biaya akan tinggi tetapi untuk pelaku logistik sendiri sebenarnya ini akan menjadi suatu peluang karena pergerakan barang itu akan semakin kompleks. Fungsi dari pelaku-pelaku jasa logistik itu sebenarnya, dimana kesulitan di dalam distribusi kami akan hadir di situ” tutur Padaruddin.

Olehnya itu, Padaruddin optimis dalam beberapa tahun, logistik menjadi bisnis yang masih berpotensi untuk dikembangkan.

Pemaparan Padaruddin tersebut senada dengan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) yang memprediksi potensi pertumbuhan bisnis logistik bisa mencapai lebih dari 30 persen hingga 2020.

 

Comments are closed.