Multi Logistik Indonesia - Leading In Services



Kondisi Geografis Jadi Tantangan Bisnis Logistik di Indonesia
09 Dec

Baca Juga: Permudah Logistik Antar Pulau, Pemerintah Optimalkan Tol Laut

MAKASSAR–Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 17.500 pulau yang membentang seluas 1.905 juta kilometer persegi. Dengan keadaan geografis yang unik ini, Indonesia sering dipandang sebagai mimpi buruk bagi industri logistik.

Kebutuhan menguasai daratan dan perairan untuk mengirimkan barang antarkota merupakan tantangan besar. Di Amerika Serikat atau Tiongkok, penggunaan moda truk sebagai alat pengangkut sudah cukup untuk menjangkau mayoritas daerah lantaran besarnya area daratan negara tersebut. Terlebih, kedua negara ini memiliki infrastruktur dan jaringan transportasi yang lebih baik.

Beda halnya dengan Indonesia yang masih mencari cara tepat untuk mengatasi tantangan logistik dikarenakan struktur geografisnya tersebut. Ditambah lagi, biaya logistik di Indonesia pun terbilang tinggi.

Dengan begitu, transportasi multimoda merupakan solusi pengiriman barang yang tepat. Transportasi multimoda berarti menggabungkan metode transportasi yang berbeda untuk bisa mencapai area-area terpencil.

“Banyak yang salah paham dengan kondisi logistik di Indonesia, apalagi bila dilihat dari kacamata orang luar. Berbeda dengan India atau Tiongkok, Indonesia bukanlah sebuah daratan homogen besar, dan karena itu akan membutuhkan pendekatan transportasi multimoda hyperlocal yang terfragmentasi,” jelas Willson Cuaca, managing partner di firma modal ventura East Ventures, melalui keterangannya.

Untuk itu, industri logistik haruslah menawarkan layanan yang benar-benar dibutuhkan Indonesia, dari hulu ke hilir, yang mencakup berbagai elemen, seperti infrastruktur transportasi, kargo, konsolidasi hingga pergudangan.

CEO Multi Logistik Indonesia Padaruddin punya pendapat sendiri terkait tantangan tersebut. Menurutnya, semua bisnis memiliki kendala masing-masing tak terkecuali bisnis logistik yang hingga digelutinya sejak 10 tahun lalu. Ia mengatakan, sebagai pelaku seharusnya tantangan apapun harus dihadapi. Selain itu, tantangan tidak semestinya dijadikan sebagai alasan untuk tidak maju.

Baca Juga :  Pemerintah Optimalkan Jembatan Timbangn Awasi Truk Kelebihan Muatan

“Semua bisnis pastilah ada kendala. Tantangan itu tidak akan habis, tugas kita jangan sampai tantangan itu mengusai kita. Kita yang harus mengendalikan tantangan itu,” tegas Padaruddin.

Lebih jauh,Padaruddin menuturkan,perusahaan melakukan perbaikan rangkai pasokan di Indonesia dan menyediakan solusi logistik bagi pelaku bisnis atau individu yang ingin menjangkau klien dengan lebih efisien.

Asal tahu saja, kebutuhan untuk mengatasi sejumlah masalah di atas, ditambah dengan pertumbuhan e-commerce yang menargetkan pasar konsumen Indonesia, ikut membangun industri logistik yang pendapatannya diperkirakan akan mencapai Rp3.400 triliun (US$240 miliar) pada 2021. (*)

 

Comments are closed.