Multi Logistik Indonesia - Leading In Services



Infrastruktur Picu Pertumbuhan Angkutan Logistik
11 Dec

Baca Juga: Sistem IT Dorong Peningkatan Bisnis Logistik Tanah Air

MAKASSAR–Presiden Joko Widodo masih gencar membangun infrastruktur. Hal itu pun dinilai bisa memicu pertumbuhan angkutan logistik yang diproyeksi masih bergairah. Salah satunya adalah di sektor transportasi darat berbasis jalan. Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldi Ilham Masita mengatakan bisnis logistik tahun ini akan tumbuh sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu. Kemudian, bisnis logistik pada 2020 sekitar 8-9 persen. Angka itu masih lebih tinggi apabila dibandingkan pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan 10 persen tidak lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bisnis logistik pada tahun-tahun sebelumnya rentang antara 12 persen dan 14 persen,” tutur Zaldi. Kendati demikian, prospek bisnis logistik pada 2020, menurut Zaldi, tetap harus diwaspadai.

Pembangunan tol Trans Jawa yang membentang dari Merak hingga Probolinggo sepanjang 969 kilometer (km) yang terintegrasi akan mempermudah arus pengiriman barang dengan menggunakan truk.

“Pasar dan fasilitasnya juga sudah ada, sehingga pertumbuhan harus meningkat. Ini juga sejalan dengan agenda pemerintah. Setelah infrastruktur tuntas, tentunya pemerintah berniat memacu ekonomi,” ujar Zaldi.

Khusus di Jawa, kata Zaldi, omzet bisnis pengangkutan dengan truk tahun ini diprediksi mencapai Rp 1 triliun. Tahun depan, jumlahnya diprediksi naik 50 persen menjadi Rp 1,5 triliun. Tren ini akan terus berlanjut hingga empat tahun berikutnya.

Hal itu diamini oleh CEO Multi Logistik Indonesia Padaruddin. Dia mengatakan, prospek bisnis angkutan darat masih sangat menjanjikan, ditopang masifnya pembangunan infrastruktur dan ekspansi pabrik sejumlah perusahaan besar. Meski perusahaannya melayanan angkutan darat dan laut, namun ia tidak menampik jika saat ini permintaan pasar cenderung naik pada layanan angkutan darat.

“Kami mempersiapkan armada dengan layanan prima. Selain itu juga kami bekerja sama dengan sejumlah pihak agar pelayanan kami berjalan lancar dan sesuai ekspektasi klien,” ujar Padaruddin.

Baca Juga :  Ongkos Angkut Barang Mahal, Ini Saran Pengusaha Logistik

Menurutnya, Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur juga punya andil besar terhadap peningkatan bisnis logistik. Terlebih, pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot Presiden Jokowi saat ini akan mengarah ke Indonesia Timur. (*)

 

Comments are closed.