Multi Logistik Indonesia - Leading In Services



PLB Jadi Angin Segar Bisnis Logistik
06 Mar

Baca Juga: Ignasius Jonan Sarankan Pebisnis Logistik Perkuat IT

Makassar–Para pebisnis logistik di Makassar tahun ini semakin dimanjakan dengan hadirnya Pusat Logistik Berikat (PLB) serta fasilitas Pengusaha Dalam Pusat Logistik Berikat (PDPLB). Layanan tersebut diklaim akan lebih memperlancar sirkulasi logistik wilayah timur termasuk perputaran kas importir setempat.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sulselbar Syaifuddin Saharudi mengatakan, PLB dan fasilitas PDPLB merupakan wujud harmonisasi seluruh intansi terkait. Tujuannya tak lain membuat aktivitas logistik lebih efisien.

Ia menilai, konsep yang diterapkan dalam PLB memudahkan para pelaku usaha terkhusus importir sehingga lebih menopang lalu lintas niaga, importasi dan logistik di Makassar serta wilayah timur secara luas.

“Beragam kemudahan di PLB ini, akan menciptakan keseimbangan barang impor di Tanah Air. Selama ini cenderung hanya terkonsentrasi di Jakarta dan Surabaya, maka keberadaan PLB akan mulai terurai pula ke Makassar,” tuturnya di Makassar.

Syaifuddin menuturkan,secara garis besar, PLB dan fasiltas PDPLB yang dibangun oleh Sumishp Global Logistic serta Ampat Yasa Intermoda di Kawasan Industri Makassar (KIMA) berpeluang memangkas biaya logistik di wilayah timur.

Terlebih, PLB dan PDPLB juga mendapat dukungan dari Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) yang juga menjadi otoritas yang memegang mandatori atas PLB di Tanah Air.

Ilustrasi aktivitas logistik di pelabuhan di Indonesia. (Foto file – Anadolu Agency)

Sementara, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Sulbagsel Gatot Hartono menjelaskan, kedua fasilitas tersebut merupakan yang pertama kalinya di Indonesia bagian timur sebagai antisipasi maraknya pertumbuhan bisnis perdagangan elektronik.

“Pemanfaatan teknologi digital membuat sistem pengiriman barang menjadi mudah dan cepat, termasuk menyangkut lintas batas kepabeanan, distribusi, serta logistik barang,” ujarnya.

Dia menyebutkan, PLB itu telah menerapkan konsep PLB Generasi II untuk mendukung industri, ekonomi digital, ketahanan nasional, distribusi dan hub logistik serta industri kecil dan menengah di KTI.

Baca Juga :  Pengusaha Logistik Keluhkan Solar Subsidi Langka

Gatot berharap layanan fasilitas ini dapat menjadikan kegiatan niaga daring lintas batas di Indonesia Timur semakin berkembang khususnya di Makassar.

“Bea Cukai telah memberi banyak fasilitas demi kesejahteraan industry. Dengan keberadaan PLB dan PDPLB ini tentunya juga akan mampu menambah penerimaan negara dari sektor bea masuk dan PDRI,” ungkap Gatot. (*)

 

Comments are closed.