Multi Logistik Indonesia - Leading In Services



Bisnis Logistik Di Tengah Pandemi, Ini Pandangan CEO Multi Logistik
24 Apr

Baca Juga: Libur Nasional Multi Logistik Indonesia

MAKASSAR–Laporan Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menunjukkan, pelaku bisnis logistik di lini Business to Customer (B2C) dan Customer to Customer (C2C) mengalami peningkatan permintaan yang signifikan. Sementara, pemain logistik Business to Business (B2B) justru kebalikan. Fenomena COVID-19 pun diibaratkan sebagai morning call bagi pelaku bisnis logistik.

CEO PT Multi Logistik Indonesia, Padaruddin memiliki pandangan sendiri terhadap kondisi tersebut. Meski mengaku tetap optimisme menghadapi krisis akibat wabah namun Padaruddin tak menampik jika kondisi yang dihadapi pelaku usaha cukup berat.

Padaruddin mengungkapkan, bisnis ligistik adalah bisnis supply chain atau rantai pasok sehingga sepanjang kegiatan rantai pasok berjalan maka bisnis akan tetap berjalan. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan, kata Padaruddin, seberapa besar kegiatan rantai pasok akan berjalan jika aktifitas manusia dibatasi.

“Seberapa besar rantai pasok akan berjalan jika daya beli masyarakat menurun akibat tidak bebasnya melakukan kegiatan karena social distancing,” ujarnya.

Menurut pengusaha yang memulai bisnis logistik sejak 2004 ini, bisnis logistic tetap akan berjalan seiring kegiatan rantai pasok. Tetapi dampak dari aktifitas manusia dibatasi akan mempengaruhi penurunan volume yang sangat signifikan.

Di sisi lain, ia juga tak menampik, pasar bisnis e-commerce menjadi pilihan saat ini karena adanya pembatasan interaksi manusia secara langsung. Sayangnya, volumenya pun ditentukan dari kemampuan beli masyarakat.

“Walaupun barang disiapkan di semua start up namun volume orderan akan ditentukan dari daya beli masyarakat,” terangnya.

Di samping itu, lanjutnya, masyarakat Indonesia belum semua siap untuk hidup dengan pola electronic life. “Pemerintah pun belum memiliki anggaran yang cukup untuk jaring pengaman sosial terhadap masyarakat yang belum mampu bergantung pada electronic life ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bisnis Logitsik Harus Miliki SDM Mumpuni

Kendati dalam situasi sulit, Padaruddin mengaku akan tetap bertahan mengikuti kondisi yang ada saat ini. Sambil tetap melaksanakan komitmen perusahaannya yang ia bangun sejak belasan tahun lalu.

 

Comments are closed.