Multi Logistik Indonesia - Leading In Services



Pemerintah Pastikan Angkutan Logistik Tidak Terganggu
19 May

Baca Juga: Ongkos Angkut Barang Mahal, Ini Saran Pengusaha Logistik

MAKASSAR–Wabah corona membuat situasi berubah. Pencanangan situasi bencana nasional, yang disusul pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mendorong agar orang-orang tetap tinggal di rumah, bekerja di rumah, beribadah di rumah. Kegiatan industri dan perdagangan anjlok, kecuali yang terkait dengan bahan pangan, obat-obatan, serta keperluan medis.

Situasi ini jelas memukul industri logistik yang pada dasarnya adalah jasa yang melayani pengaliran barang dari pemasok ke penerima, melalui jalur darat, laut, maupun udara. Di dalamnya termasuk pula layanan pergudangan. Lanskap industri logistik itu sendiri meliputi lini business to business (B2B), business to customer (B2C), dan customer to customer (C2C).

Dalam situasi normal, semuanya berjalan. Namun selama pandemi, yang masih aktif berjalan hanyalah jenis logistik B2C atau C2C. Layanan B2B bisa dipastikan turun drastis seiring merosotnya kegiatan industri dan perdagangan.

Peran jasa logistik tentu vital di tengah pandemik ini. Maka, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan meminta semua pihak membantu kelancaran logistik pada masa darurat wabah Covid-19.

“Ini saya garis bawahi. Untuk penyaluran logistik jangan sampai ada gangguan. Masalah ini super penting apalagi di saat kondisi seperti ini,” ujarnya, seperti dilansir dari keterangan tertulis dalam laman resminya.

Bahkan, Luhut pun perlu memberikan penekanan agar pengangkutan truk logistik di jalan-jalan raya ataupun kargo di pelabuhan tidak terganggu.

Untuk itu, Menko Luhut mengingatkan kepada jajaran baik di pemerintahan pusat dan daerah, agar jangan sampai ada aturan yang justru mempersulit penyaluran atau pengiriman logistik untuk masyarakat.

“Jasa logistik memang masih bisa melakukan aktivitasnya meski di masa pandemi. Namun, dengan adanya sejumlah restriksi untuk pencegahan penyebaran pandemi, sejumlah daerah telah memberlakukan kebijakan PSBB sehingga jasa logistik pun tentu sedikit banyak juga akan terganggu,” terang Luhut.

Baca Juga :  Bisnis Logistik Di Tengah Pandemi, Ini Pandangan CEO Multi Logistik

Tidak berhenti dengan penerapan PSBB, pemerintah kini bahkan melangkah lebih maju lagi dengan mengeluarkan larangan mudik.

Kebijakan ini melengkapi pelbagai kebijakan lain untuk memutus mata rantai penularan virus corona, di antaranya, bekerja dari rumah (work form home).

Adanya PSBB dan larangan mudik tentu juga mempengaruhi gerak aktivitas jasa logistik. Jasa logistik merupakan satu dari 11 sektor yang masih diizinkan beroperasi di tengah pandemi.

Adapun 11 sektor itu adalah kesehatan, bahan pangan/makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, dan kebutuhan sehari-hari.

 

Comments are closed.