Multi Logistik Indonesia - Leading In Services



Pelaku Logistik Dorong Pemerintah Buat Sistem Distribusi Baru
20 May

Baca Juga: Forum Logistik Usul Pembentukan Badan Adhoc

MAKASSAR–Pemerintah diimbau membangun sistem logistik yang efektif untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengatakan, sistem ini perlu diterapkan di wilayah yang telah maupun belum atau tidak menetapkan status tanggap darurat bencana.

Sistem baru tersebut, kata Setijadi, harus menjamin proses distribusi barang kebutuhan pokok dengan meminimalisasi potensi penyebaran virus corona. Langkah awal  yang diperlukan, adalah dengan memetakan rantai pasok, baik permintaan maupun stoknya.

“Pemetaan permintaan mencakup penentuan batas wilayah dan jumlah penduduk masing-masing wilayah, serta penentuan barang yang dibutuhkan baik jenis dan volumenya,” kata Setijadi dalam keterangannya.

Adapun pemetaan pasokan mencakup identifikasi dan penentuan sumber-sumber pasokan masing-masing jenis barang dan kapasitasnya.

Dalam pemetaan, Setijadi menjelaskan, sistem distribusi yang akan digunakan harus diidentifikasi dengan baik. Termasuk penentuan para pelaku atau perusahaan-perusahaan yang akan terlibat, jumlah, jenis, dan sebaran fasilitas-fasilitas distribusinya.

“Frekuensi pembelian dan pengiriman dapat dikurangi dengan volume pemesanan yang tinggi. Namun harus dipertimbangkan kemampuan penyediaan pasokan. Jika stok terbatas, volume pembelian justru harus dibatasi,” ujarnya.

Penentuan volume pembelian ini, kata dia, juga harus mempertimbangkan kelompok masyarakat dengan dana terbatas. Pertimbangan lain adalah kapasitas penyimpanan rumah tangga dan ketahanan bahan pangan, seperti sayur, yang terbatas.

“Membangun sistem logistik baru membutuhkan perencanaan dan persiapan yang matang berikut pendanaan yang besar. Sebaiknya, upaya itu dibarengi pemanfaatan sistem distribusi yang sudah berjalan, misalnya sistem distribusi pasar modern,” ucapnya.

Baca Juga :  2020, Sektor Logistik Tumbuh 9,18 Persen
 

Comments are closed.