Multi Logistik Indonesia - Leading In Services



Pakar Sarankan Pelaku Logistik Siapkan Setelah Pandemi
21 May

Baca Juga: Pengusaha Logistik minta dispensasi pemberlakuan kebijakan ODOL

MAKASSAR–Pelaku usaha logistik harus segera menyesuaikan model bisnis dan menyiapkan strategi baru sebagai respons terhadap dampak wabah virus corona (Covid-19) agar mampu bertahan, sekaligus siap menghadapi perubahan bisnis setelah pandemi global itu berlalu.

Hal itu disampaikan oleh hampir semua narasumber dalam Logistics Industry Round Table bertajuk Surviving the Covid-19, Preparing the Post, yang selenggarkan oleh Markplus melalui diskusi via online.

Hermawan Kartajaya selaku pakar marketing yang menjadi pembicara utama dalam webinar itu menjelaskan, pelaku usaha harus memanfaatkan masa pembatasan sosial saat wabah Covid-19 ini untuk mengevaluasi dan merancang kembali model bisnisnya. Dengan demikian, mereka siap menghadapi tantangan baru setelah pandemi berakhir.

Menurutnya, Kuartal pertama hingga kedua tahun ini menjadi masa krusial bagi pelaku usaha logistik untuk bertahan (surviving) atau servicing, sekaligus menyiapkan diri (preparing) setidaknya hingga kuartal ketiga mendatang.

“Sehingga nanti mulai kuartal ketiga atau keempat, perusahaan dapat mengaktualisasikan model bisnisnya yang baru sesuai dengan perubahan pasar dan tuntutan konsumen,” kata Hermawan, yang juga CEO MarkPlus.

Hal senada disampaikan oleh Ignasius Jonan, mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia serta mantan Menteri Perhubungan dan Menteri ESDM Kabinet Kerja Jilid 1. Menurut dia, semua orang akan menyesuaikan diri terhadap social distancing atau physical distancing, termasuk dalam berbisnis sehigga pelaku usaha perlu menata ulang bisnisnya dengan pelanggan.

“Life never be the same setelah wabah Covid-19 berakhir, cara bisnis akan berubah. Ke depan, bisnis logistik tidak sekadar mengirim barang tetapi harus bisa menjadi konsultan bagi pelanggan,” paparnya.

Baca Juga :  Bisnis Logistik Di Tengah Pandemi, Ini Pandangan CEO Multi Logistik
 

Comments are closed.