Multi Logistik Indonesia - Leading In Services



Triwulan I/2020, Distribusi Logistik Mengalami Pertumbuhan
21 May

Baca Juga: Infrastruktur Picu Pertumbuhan Angkutan Logistik

MAKASSAR–Kendati ada penurunan dibading tahun sebelumnya, arus barang dan distribusi logistik di tengah pandemi Corona Virus atau Covid – 19 (triwulan I/2020) mengalami pertumbuhan.

Pertumbuhan itu didominasi oleh moda transportasi laut yang naik 5,93 %, diikuti angkutan berbasis jalan raya naik 5,15 % dan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) naik 1,16 %.

Namun pada periode yang sama berdasakan data yang dirilis Supply Chain Indonesia (SCI), moda transportasi udara dan trasportasi berbasis rel mengalami pertumbuhan negatif masing-masing minus 13,31% dan minus 6,96%.

“Pertumbuhan logistik itu lebih didominasi pada hasil industri pengolahan yang tumbuh sebesar 2,06% (y-on-y), akomodasi makan dan minum (1,95%), serta perdagangan (1,60%),” ujar Setijadi, Chairman Supply Chain Indonesia (SCI).

Pertumbuhan itu juga sejalan dengan data yang pernah dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Mei lalu, yang menyebutkan terjadinya kenaikan ekonomi untuk produk domestik bruto sebesar 2,97% (y-on-y).

Mengacu pada data BPS terebut, SCI mencatat pertumbuhan sektor logistik pada sektor transportasi dan pergudanngan, triwulan I/2020 sebesar 1,27% (y-on-y). Dibandingkan periode yang sama 2019, terjadi penurunan signifikan (semester I / 2019, sektor logistik tumbuh 5,45%).

Dengan angka itu, lanjut Setijadi, sektor logistik berkontribusi terhadap PDB triwulan I/2020 sebesar 5,17%. Terjadi penurunan kontribusi dibandingkan triwulan I-2019 yang tercatat sebesar 5,53%.

Pada triwulan tersebut pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya tumbuh sebesar 0,02%. Terjadi penurunan pertumbuhan pada sektor-sektor tersebut, baik industri pengolahan (-1,79%), akomodasi makan dan minum (-3,92%), perdagangan (-3,61%). serta pertanian, kehutanan, dan perikanan (1,80%).

Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), semua subsektor transportasi tersebut pada triwulan I-2020 mengalami pertumbuhan negatif, dengan penurunan tertinggi pada angkutan udara (-23,11%); diikuti angkutan rel (-14,22%), angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (-4,16%), angkutan laut (-4,07%); dan angkutan darat (-0,67%). Subsektor pergudangan dan jasa penunjang angkutan, serta pos dan kurir mengalami pertumbuhan negatif q-to-q cukup besar, yaitu sebesar -10,89%.

Baca Juga :  Pengusaha Logistik Keluhkan Solar Subsidi Langka

Setijadi menjelaskan, penurunan volume sektor logistik juga dipengaruhi pertumbuhan negatif ekspor dan impor Indonesia. Pertumbuhan ekspor sebesar – 6,37% dan impor sebesar -11,89% (q-to q). Penurunan ekspor dan impor terjadi karena industri Indonesia menjadi bagian dari global supply chain yang terdampak pandemi Covid-19.

“Penurunan impor yang besar itu di samping karena penurunan permintaan dalam negeri juga menunjukkan ketergantungan industri Indonesia terhadap pasokan barang modal dan bahan baku dari luar negeri,” tandasnya.

 

Comments are closed.